Tanjungbungo.com

REFERENSI DESTINASI WISATA, KULINER & HOTEL di BENGKULU

Sunday 11 February 2024

Tengkiang

 


Tanjungbungo - Banyak sekali keanekaragamaan yang dimiliki Indonesia. Kekayaan adat budaya dan bahasa, salah satunya bangunan dari berbagai daerah. Tengkiang adalah contohnya, kekayaan budaya masyarakat asli yang dapat kita temui hingga saat ini.

Mengenal asal usul adalah cara tebaik untuk mengetahui siapa kita sebenarnya. Mengingat kembali apa yang sudah tercatat dalam sejarah umat manusia beberapa decade sebelumnya.

Definisi(Apa Itu Tengkiang)

Tengkiang atau sering disebut kiang adalah lumbung atau tempat penyimpanan padi yang telah menjadi satu kekayaan adat dan budaya masyarakat Sumatera termasuk Bengkulu. Komposisi bahan bangunan dominan dari bambu dan kayu yang tentunya bersifat semi permanen.

Untuk dindingnya disebut pelupuh. Bambu yang pipihkan sedemikian rupa, disusun rapi dan bersambung sehingga menutupi semua sisi bangunan.

Di Bengkulu, atap yang digunakan dari daun pohon lontar atau tak jarang dari ijuk yang dijahit. Sedangkan rangkanya menggunakan kayu, dahulu masyarakat bahkan memuatnya tanpa paku. 

Kegunaan Tengkiang

Seperti kita ketahui sebelumnya bahwa fungsi utamanya menyimpan padi hasil panen. Simpanan hingga musim selanjutnya. Keberadaannya biasanya tak jauh dengan rumah, dahulu tempatnya bahkan berada di persawahan itu sendiri.

Jika musim panen tiba, Tengkiang akan dipenuhi padi yang masih bertangkai untuk disimpan hingga musim panen berikutnya. Sehingga padi yang bertangkai tadi cepat mengering, diambil dari sawah hasil panen kadang mengandung air yang cukup banyak.

Padi yang dipanen bisa lebih teroganisir dengan adanya Tengkiang. Mengelompokan jenis-jenis padi mulai dari beras merah, beras ketan sangat mudah.

Selain itu, lantai dari belahan bambu berfungsi untuk menghalangi agar padi tidak diserang hama kutu. Dengan begitu padi di dalam Tengkiang akan bertahan lebih lama.

Era Sekarang Fungsi Tengkiang

Saat ini Tengkiang menjadi simbol kesuksesan atau kejayaan petani dimasanya, sekaligus bukti kekayaan adat budaya.

Jika masyarakat masih memiliki sawah yang cukup luas maka masih digunakan sebagai mestinya, namun itu pun sudah sangat jarang. Beberapa masyarakat yang masih memiliki Tengkiang menggunakannya sebagi gudang penyimpanan saja.


Masyarakat Bengkulu harus lebih banyak tahu tentang daerahnya sehingga tidak kehilangan identitas diri. Bahan cerita untuk selanjutnya diteruskan ke generasi penerus agar tetap lestari. Ketahui sejarahmu dan kamu akan mengenali siapa kamu sesungguhnya.

Belajar dari manapun, perbanyak referensi temukan hal-hal yang membuatmu bangga sebagai rakyat Indonesia dengan keragamaan kekayaan yang dimiliki. Ayo ceritakan ke orang sekitarmu bahwa dulu ada Tengkiang yang sangat filosopis.

4 comments:

  1. Wah, aku baru tahu namanya Tengkiang. Sudah lama sekali aku gak lihat lumbung padi. Terima kasih sudah sharing :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sekarang beras mana mahal kan ya, senyumin aj wwk

      Delete

Silahkan berkomentar secara Bijak dan sesuai dengan topik pembahasan...